Sekali lagi gue mendapati hal bermakna lainnya yang terjadi dalam kehidupan gue... suatu tindakan yang menurut gue sangat sederhana, tapi eventually, merubah hampir keseluruhan hidup gue...
1
Diawali dari keputusan gue untuk bergabung di sebuah kelompok mata kuliah bernama "Witting and Reporting". Kala itu, gue bersama seorang teman dekat (sialnya) tidak lagi kebagian kelompok. Akhirnya, ketidak bagian kelompok tersebut memaksa kami berdua untuk pisah dan 'melengketkan' diri dengan kelompok yang masih available. Ketemulah gue dengan sebuah kelompok yang isinya 5 cewek simple dengan keunikannya masing - masing. Awal bergabung setelah membuat keputusan, gue pasang muka tembok dan ngomong ke mereka, "eh gue gabung kelompok lo ya...." ternyata eh ternyata, mereka sangat terkejut dengan pengajuan gue itu. Tapi tetep, mereka terima gue.. hahahhahaha :p
at first, gue rada gak enak main 'gabung' gitu aja, krn selain kelima orang ini teman sekelompok, mereka juga teman bermain bersama (bobo kaliii.... -_-") tapi yah dengan modal (sekali lagi) muka tembok, gue pasang tampang sumringah dan asal nimbrung tiap kali kelimanya lagi asyik ngbrol. hahahhaha
keputusan untuk bergabung bersama mereka emang terkesan simple dan sederhana, tapi gak diduga gak diyana, itu beberapa perubahana dalam kehidupan gue dan kelima anggota lainnya.
Berawal dari cerita -ceirta iseng, gue yang memang memiliki sikap (buruk atau baik, you tell me) terbuka memulai suatu curhatan yang menguras air mata tentang jalan bagaimana gue mendapatkan suatu makna kehidupan yang merubah gue menjadi seperti sekarang ini. Gak terasa, kelompok yang harusnya- hanya sebatas teman sekelompok ini- berubah menjadi suatu kelompok yang membuat gue nyaman untuk bercerita dan mengutarakan perasaan gue. Curahan gue bukanlah cerita menganggumkan pertama dan terakhir yang ter-sharing di kelompok ini, hari berikutnya, ada lagi cerita cerita 'keren' yang disampaikan satu demi satu anggota yang ada. Dan, ya... gue berasa ditegur Tuhan, karena banyak cerita mereka yang menyentuh hati nurani gue dan jiwa kemanusiaan gue...
Hari berganti minggu dan minggu pun berganti bulan, kedekatan diantara kami semakin erat, gue semakin nyaman bercerita dan lebih nyaman lagi ketika mendengar mereka bercerita. Terbesitlah dalam kepala gue, "kelompok ini adalah hasil kerja Tuhan..."
gue menjadi yakin bahwasanya hal di dalam kehidupan kita terjadi karena MEMANG ada suatu alasan di balik itu semua.. Hari sebelom waktunya kami tampil sebagai team "program berita", buanyak buangget hal yang dialami. Mulai dari gak dapet berita utama beberapa minggu sebelom hari H, format video yang gak bisa diedit sehingga harus diambil berulang kali, diusir sama polwan krn meliput demo yang agak anarkis, kejebak macet setengah jem sebelom waktu appointment sehingga terpaksa 3 diantara kami harus take busway dan terakhir gak bisa ngeburn MINI DV hingga pada jam 3 subuh-HARI H!... Gue berpikir, yah.. gue sedang diuji tuhan, gue merasa proses pengeditan tidak berjalan sempurna, krn ada beberapa part yang terskip! dan hal itu membuat proses 'mengebrun ke mini dv' menjadi semakin panjang, krn terpaksa harus dilakukan pengeditan sekali lagi... gue cukup stress hari itu,di satu sisi merasa bersalah krn tidak menjalankan tuigas dengan baik, di satu sisi lagi merasa tidak berguna krn gak bisa berbuat apa-apa selain berdoa khusuk... Tapi tuhan pny jalan beda buat kami.. hari itu tuhan sedang mengajarkan kami bagaimana mengucap syukur dan bersabar untuk segala perkara... Dan (mungkin), masing - masing dari kami berhasil melalui ujian itu sehingga akhirnya kita mendapat hadiah nilai 82 (delapan puluh dua) dari sang dosen! hahahhaha...
2
Hal sederhana lain yang terjadi dalam kehidupan gue, adalah, suatu pertanyaan "Kenapa?"... simple, tapi itu merubah seperempat bagian kehidupan gue.. hahahhaha...
Alkisah ada seekor kuda yang baru saja mengalami cedera parah karena kaki sebelah kanannya patah dan butuh waktu lama untuk sembuh. si kuda satu ini memiliki sifat yang tangguh, akan tetapi karena kali ini luka yang diderita agak parah, dia kehilangan jati dirinya dan rasa percaya diri sehingga dia tidak lagi berani untuk keluar ke lapangan apalagi bertanding bersama tuannya.. Suatu ketika, beberapa kuda lain yang mengaku sahabatnya datang menghampiri dia di kandangnya dengan maksud ingin mengajaknya berjalan2 di lapangan. Kala itu si kuda yang cedera sedang sibuk membangun jati diri dan rasa percaya diri krn dia benar- benar ingin bisa berjalan lagi..
Karena malu dan merasa minder, si kuda yang cedera mengusir kuda - kuda lainnya. Dia merasa tidak pantas bertemu mereka, krn kualitasnya sbg "kuda yang baik" tidak lagi ada! Anehnya, kuda - kuda itu tetap bertahan dan salah satunya mengatakan hal demikian,
"hey, kuda yang sedang cedera, aku sahabatmu, aku tau apa yang kamu rasakan dan aku yakin, kamu pasti akan ikut kami untuk berjalan - jalan ke depan.."
namun, ternyata si kuda yang cedera tetap menolak ajakan itu dan bersikeras tidak mau keluar dari kandang. Tiba- tiba kuda yang tadi bertanya kembali lagi menyampaikan sebuah pertanyaan, "Kamu KENAPA sih?!"
Kuda yang cedera terkejut dengan pertanyaan itu dan hanya bisa terdiam... Hatinya seperti tersayat, air mata membendungi kedua mata bulatnya, dan hanya kalimat ini yang terlontar dari mulutnya, "Yang kalian tau hanya apa yang terlihat..." Kemudian kuda yang cedera itu membelakangi kuda- kuda lainnya dan menahan air matanya sambil memejamkan kedua matanya...
pertanyaan kenapa itu telah mengubah kehidupan si kuda yang cedera. Benaknya seolah berteriak, "kalian bilang kalian sahabat, tapi kalian tanya aku kenapa?... Menurut kalian, perasaanku ketika kaki kanan ku patah dan aku tidak dapat lagi tampil di depan umum bersama tuanku, apa... selain hancur berkeping - keping?.. tapi kalian tanya 'kenapa' ?!"
Yah, betapa pertanyaan sederhana dan simple itu telah merubah seperempat kehidupan 'si kuda'...
Gue berusaha menyederhanakan pikiran gue tentang seberapa pentingnya pertanyaan itu, krn manusiawi aja kuda-kuda sehat itu gak mengerti dan gak paham akan perasaan si kuda yang cedera.. Tapi hanya 2 hal yang sehrusnya dilakukan si kuda sehat,
TIDAK BERTANYA "KENAPA?" ketika dia sudah mengatakan "aku sabahatmu"
atau
TIDAK MENGATAKAN "Aku sahabatmu" ketika dia bertanya, "Kamu kenapa" setelahnya...
No comments:
Post a Comment