Thursday, January 13, 2011

dari balik jendela

Pagi ini, kembali kukibaskan horden di jendela kamarku...
sambil menunggu, kumainkan kembali kenangan di kepalaku, bagaimana ini semua bermula dan bagaimana ini bisa akhirnya terjadi hingga saat ini...
kamu hanya manusia biasa dengan kelebihan yang membuat aku terjatuh di kali pertama pertemuan kita, kamu hanya seorang pria biasa yang bahkan tak pandai yang telah menarikku pada suatu - tak tergambarkan - cinta - atau entah apa itu namanya - hal yang mengikatku terlalu kencang, masa itu...
aku mencintaimu, itu yang aku tau dengan pasti.. Lalu, bagaimana dengan masa yang sekarang?... karena jelasnya, keindahan dua orang kekasih yang saling mencintai dan menyayangi itu hanya sebuah bagian dasar dari masa depan, yaitu masa lalu...
ini bukan tentang aku, tapi kamu... 
betapa aku ingat, ketika malam di mana kita memutuskan untuk tidak lagi bersama. pedihnya sukar pudar, jangankan pudar, sembuh saja agak sulit... bekasnya masih nyata...
mereka bilang ini tentang aku, kamu yang tidak baik jadi aku yang harus bertindak...
Tapi tidak untukku...
aku mengalah pada keadaan dan diam-diam tetap menjalankan misi dibaliknya, diam-diam aku masih mencintaimu...

Mencintaimu hingga tiada tau di batasan mana aku akan berhenti.. aku berjalan dan terus berjalan, berharap bisa perlahan melupakanmu... tapi bodohnya, jendela di kamarku tak dapat ku palangi, bahkan horden hitam yang terus dipasang oleh ibuku dan beberapa teman yang perduli!...
kini, aku mencintaimu dari balik jendela... 
itu menyedihkan? ya, itu menyedihkan!... tapi aku sekali lagi mengalah pada keadaan dan memilih mengabaikannya... diam-diam aku mencintaimu dari balik jendela...

Pagi ini, aku memutuskan untuk tidak lagi melakukan itu semua... 
bukan menyerah, hanya saja aku tak mampu berbuat apa-apa. karena kini kau sudah di luar kendaliku dan akupun sudah di luar kendali masa lalu kita!...
dari balik jendela, aku melihat kamu sudah menemukan sesuatu - yang entahlah apa - cinta atau kebodohan - yang jauh lebih ketat dari punya kita di masa lalu... 
ya, dan teringat aku, itu yang aku katakan di malam kedua kita berpisah dan sepakat untuk sama - sama mencari kebahagiaan masing - masing.. 
aku... menyerah, bukan! permainan sudah usai... tidak ada lagi aku dan kamu, kamu dan masa laluku, aku dan bayanganmu, dan terutama aku dari balik jendela ini...

aku tak pernah meninggalkanmu, aku yang dulu selalu setia mencintaimu dari balik jendela...
aku sekarang membiarkanmu pergi, melepas dan memilih untuk melihat bahu belakangmu yang berjalan menjauhiku, hanya dari balik jendela...


*bye, you were no longer my true one...*

No comments:

Post a Comment