Friday, October 1, 2010

Dedicated for The Parents Who Just Left by Their Soulmate...

Untuk Belahan Jiwaku Tersayang...

Masih teringat jelas di kepalaku, ketika kali pertama kita bertemu... Tatapan mata mu, senyumanmu, dan tingkah laku mu yang berhasil membuatku jatuh hati padamu... Kesempatan untuk boleh mengenal mu lebih dalam lagi adalah hal terindah dalam hidupku karena akhirnya aku bisa meyakinkan masa depanku ada padamu... Beruntungnya aku, karena ternyata kau juga melihat hal tersebut padaku.. 

Restu kedua orang tua beserta keluarga kita, sungguh telah mempermudah aku mengucapkan janji suci pernikahan kita di depan para undangan... Dan sejujurnya, sekali lagi aku melihat masa depanku di kedua bola mata indahmu, tapi kali ini kita tidak lagi berdua karena aku melihat senyuman mungil di bibir seorang bayi... 

Hari demi hari, melatih diri untuk terbiasa dengan kehidupan yang tidak sendirian lagi, karena sekarang aku punya kamu dan kita adalah satu... Permulaan yang indah buatku, karena aku sungguh merasa kehadiranmu adalah penolong bagiku yang belum mengerti apa-apa pada masa itu... Kita seperti sebuah team yang ditugaskan untuk saling menolong memerangi kehidupan, hingga akhirnya kita berhasil memecahkan misi dan Bos memberikan kita hadiah paling berharga, buah hati hasil cinta kita berdua...

Kita tidak lagi berdua, tapi itu tidak seperti bayanganku ketika melihat bola matamu di meja altar, karena ternyata kenyataannya jauh lebih indah hingga tak bisa ku gambarkan betapa indahnya itu!... Aku bangga memilikimu dan mereka sebagai hadiah perjuangan cinta kita... Ada beberapa yang terlewatkan, tapi bagiku tidak masalah karena kau adalah segalanya dan aku tak akan menyerah begitu saja padamu...

Tahunpun berganti, usia kita semakin bertambah begitu juga dengan mereka yang semakin bertumbuh besar.. Mereka adalah kebanggaan kita, maka itu aku berjuang keras agar mereka dapat menjadi kebahagiaan kita di suatu saat nanti... Sesekali mereka membuat emosi kita naik turun, hilang dan muncul... tapi begitulah kehidupan, tidak selamanya kau akan tersenyum dan bahagiah, tapi juga tidak selamanya kau akan menangis dan bersedih... Lagipula, bagiku itu bukan masalah besar... karena kalian adalah segalanya bagiku dan aku tak akan menyerah begitu saja pada kalian!.... 

Melihatnya mengenakan topi wisudanya dengan membawa medali dan trophi kelulusannya adalah impian terbesar buatku... Tapi tak kuduga, itu adalah impian terakhirmu... Maafkan aku yang terlihat seperti menyepelehkan keluhan-keluhanmu, tapi aku tidak mau kau melihatku menangis karena dokter telah memintaku untuk menyerah...  Kau adalah segalanya bagiku, dan aku tidak mau menyerah begitu saja padamu... 

tapi kenyataan berkata lain...

Mereka bukan menyuruhku menyerah, tapi mengingat kembali... Kalau sebuah pertandingan yang dimulai pasti ada akhirnya... Mundur di tengah-tengah pertandingan, itu menyerah, tapi berjuang hingga akhir pertandingan, itu pejuang sebenarnya... Aku mengingat hal tersebut, dan iya, tersadarlah aku kemudian, kau pergi bukan begitu saja... Tapi kau pergi setelah berjuang di pertandingan yang diberikan Boss kita.. Hadiah yang Dia berikan waktu itu, bukan hadian terakhir, tapi pertama... dan setelah itu, pertandingan masih dilanjutkan... tapi bedanya, aku telah memiliki lebih banyak team untuk berjuang bersama... dan kau adalah yang pertama menyelesaikan misimu... 

Sempat aku merasa sangat malu, karena telah dipasangkan dengan orang sehebat dirimu... Tapi, aku salah, harusnya aku patut berbangga diri, karena aku telah berjuang bersamamu dan memliki orang sehebat dirimu... Kau telah menyelesaikan misimu dengan baik dan kau mengajari aku akan banyak hal... Kau juga telah meninggalkan goresan-goresan indah pada kehidupan banyak orang... dan yang paling membanggakan adalah, kita telah memegang teguh janji suci kita di depan Tuhan untuk terus hidup bersama hingga maut memisahkan... 

Selamat jalan, belahan jiwa ku... Ketika aku tiba di misi terakhirku,aku akan segera datang dan di sanalah kita akan benar-benar memulai kehidupan kita yang abadi... aku rasa aku tak perlu mengucapkan berkali-kali lagi akan cintaku padamu, karena pasti dari atas sana, kau dapat melihat besarnya cintaku padamu yang tak pernah bisa diukur apalagi digambarkan, karena itu bersifat selamanya dan tak akan pernah goyah... :)


special for my mom and my best friend's dad, Yovita Cahyadi.. also, for all parents in this world.. We're so proud of you... (: 

No comments:

Post a Comment