Yah, simple sentence yet correct!...
Ketika suatu pagi lo memulai hari lo dengan suatu KEBETULAN ada kotoran anjing di depan rumah dan tanpa sengaja lo menginjaknya hingga akhirnya lo harus kembali masuk ke rumah dan baru menyadari, "Damn it!sepatu yang lo pake adalah satu2nya yang available untuk saat ini!..." Then what?... haruskah elo maksa menggunakan sepatu dengan ada kotoran anjing di sisi bawah atau menggunakan sepatu lain - yang mungkin - menurut lo itu enggak cozy untuk digunakan ke kampus... - well, berdasarkan pengalaman, gue terpaksa menggunakan sepatu bolong ke kampus dan meninggalkan sepatu "kotor" itu di rumah, tepatnya di depan teras! hemhhh...
ada dua penyelesain di sini, akankah gue membesar2kan masalah itu atau gue hanya akan menganggapnya sebagai suatu kebetulan yang - agak- shocking my morning!
kalo gue melebaikan masalah :
Gue akan mencaci maki sepatu (tidak bersalah itu)... Dan ketika gue berjumpa dengan si anjing (sialan) itu, gue akan mengutuknya sambil berkata "Anjing bangke!... Berak di sembarang tempat, gak punya otak lo!" ----> siapa yg lebih gak berotak, gue atau si anjing?...
tidak berhenti sampai di situ, kemudian gue akan berjalan ke luar kompleks dan mencaci maki dalam hati, belum puas, segesit mungkin gue keluarkan BB dan membuka ubber social kemudian mulailah menghiasi timeline dengan kata - kata kotor yang terangkum dalam kalimat amarah, protes, kesal dan entah emosi negatif apalagi... salah satu contoh "Anjing brengsek, berak sembarangan alhasil eeo'nya kena sepatu gue! ngerusak pagi gue aja! bang*+#@ ##@%&* etc!...."
gue menulis demikian seolah - olah si anjing bisa baca, atau minimal tuannya follow gue, baca dan tegur anjingnya...
setelah mencaci maki anjing, skg giliran elo berkhayal tinggi untuk melepas emosi lo, SEKALI LAGI - di TWITTER!- : "kalo gue punya anjing, gak akan gue kasih beol sembarangan!..." atau "liat aja nanti, kalo gue punya rumah gede, gue usirin tuh anjing2 dari depan rumah gue"
sekali lagi, seolah - olah gue bisa mengendalikan si anjing dengan cara menggonggong supaya tidak beol sembarangan atauuuu gue seperti hansip penjaga rumah yang siap siaga mengusir anjing - anjing yang kebetulan lewat maupun yang memang berniat buang hajat...
TAPI!.... Gue tidak mau merusak pagi gue.. Yah, awalnya gue kesal, bahkan sangat kesal... tapi itu dia, mau apa lagi?... apakah gue bisa memutar balik waktu hingga ke waktu si anjing belom buang air besar atau setidaknya kembali ke waktu sebelum gue menginjak eo' tersebut!...
Gue bisa menanggapi masalah itu dengan berlebihan, dan menge- spam timeline dengan protes - protes emosi gue yang pada akhirnya hanya akan membuat gue seperti seorang idiot.. tapi, gue lebih memilih untuk menganggap itu semua hanyalah sebuah kebetulan yang MUNGKIN awal dari hari - hari biasa gue...
Siapapun yang baca post gue kali ini, hanya 1 hal yang ingin gue sampaikan ke elo pada, stop menjadi seorang yang berlebihan atau mengatasnamakan emosi lo sebagai "salam" di pagi hari lo... Itu emang hak lo, tapi setidaknya ingat, kalian sungguh menganggu orang - orang lain yang memiliki aura positif dan ingin mengawali pagi dengan indah, bukan dengan emosi....
so, berubah selagi masih ada waktu! :):)
No comments:
Post a Comment