Saturday, July 24, 2010

live a life...

setelah cukup sekian lama kemarin gue disibukkan dengan bberapa hal, salah satunya ujian akhir semester yg sungguh memuaskan (masih prosesnya sih, belum sampai ke tahap hasill.. hehhee), akhirnya gue diijinkan kembali untuk bersentuhan dan berhubungan langsung dengan laptop milik sang kakak dan internet no-limited ini... hahahaha....
hemhh, many things happen around, hell yeah, still have the same life but various lessons of life within.. hehehhee... okay, kayaknya agak belibet klo harus membahas tentang salam pembuka... gue akn segera lompat ke pembahasa this new post... hahahha.. begini ceritanya..*wajah berubah serius dan sikap tubuh lebih formil... 
sekitar seminggu yang lalu, gue mendapat sebuah kabar dari nyokab... beliau mengatakan kalo anaknya-kepala sekolah TK gue-which is adalah warga cengkir juga dan wilayah gereja yg sama-sedang koma di rumah sakit.. penyebabnya karena ada virus di kepala yg membuat si anak sempat pusing-pusing selama sebulan terakhir dan akhirnya pingsan kemudian tidak sadarkan diri sampai pada malam penjengukan gue, nyokab dan komenk di rumah sakit mitra keluarga, kelapa gading.... 
Sesampainya gue di rumah sakit, segeralah kita bertiga naik ke lantai 2,ruang ICU tempat si anak dirawat... suasana saat itu agak dingin, beberapa org dg seragam kerja nampak sedang berdiri membentuk kelompok dan mendiskusikan sesuatu, gue rasa mereka adalah teman-teman sang anak yg lagi membahas mengenai si anak... Persis di samping tangga, ada sang ayah bersama dengan dua temannya lagi asyik membicarakan sesuatu, yg kemudian dipotong oleh sapaan sang nyokab.. hemhh.. 
Gak lama kemudian setelah nyokab gue ikut tenggelam dalam keseruan membahas si anak, keluarlah sang ibu dr ruang icu... yaa, namanya ibu anita, kepala sekolah di TK DB1, tempat gue dulu menghabiskan masa taman kanak-kanak dan belajar seiprit pengetahuan dasar... beliau nampak sangatttttttt terpukul, matanya sembab, wajahnya lemes dan pucat dan dipapah oleh seorang wanita yg kurang lebih satu usia degan ibu anita, kalo menurut pemikiran ringkas gue, si pemapah adalah salah satu anggota keluarga atau mungkin teman terdekat ibu anita, krn sejujurnya, para penjenguk masih dilarang masuk. Nyokab gue dengan singgap menghampiri ibu anita yg ternyata hari itu udah jatuh pingsan berkali-kali, mereka saling berpelukan dan menangis saling bersahutan.

Gue dan komenk memilih untuk menyerah pada keadaan, jadi kita berdua memutuskan buat turun saja dan let them took their time at that moment... di bawah kita membeli beberapa makanan dan minuman dan duduk di bangku tunggu bagian pengambilan obat resep... Lumayan lama, sampai akhirnya mami turun dan menyuruh gue berpamitan sama suami ibu anita. Well, actually, dari mulai gue denger ceritanya sampai pada tahap gue datang ke rumah sakit, gue masih belum mendapat gambaran sedikitpun bagaimana rupa anak ibu anita, jangankan gambaran, ingat ataupun tau aja gue mendadak lupa. Hingga pada hari minggu malem, begitu gue sampai di rumah, mami menyampaikan berita duka, kalau anak ibu anita akhirnya meninggal... gue shock, krn saat itu gue baru saja pulang dari rumah sakit mitra international, menjenguk ian yg udah siuman tp masih belum sadarkan diri dan baru 4 hari berada di ruang rawat inap biasa. Gue miris melihat keadaan ian barusan, dan gue baru saja tenggelam dalam perasaan-perasaan kurang enak saat akhirnya gue mendengar berita meninggal itu.. Dan, masih belum inget siapa dan bagaiamana rupanya.

Hari senin malem, gue mami dan ko stif (yg ternyata kenal dan mengaku kalo anaknya cantik dan sering mencuri pandangannya tiap kali bertemu) melayat ke rumah duka gatot subroto... Malam itu gue baru tau,ternyata mami masih menyimpan trauma terhadap tempat itu... dan yah, gue pun kalo mengingat itu semua cukup menggores hati dan menyumbat paru-paru... hehe... Kami bertiga masuk ke dalam kamar tempat almarhum dibaringkan dalam peti... Ternyata malam itu adalah malam tutup peti, jadi diadakan misa penutupan peti yang dihadirkan cukup banyak pelayat. 

Jujur, suasana malam itu agak berbeda dg suasana sebelumnya, mungkin dikarenakan hampir semua yg ada di dalamnya adalah orang-orang yg sama dengan di hari papi meninggal hingga kremasi. Ketika proses "lagu penutup"- sbg akhir misa yang mana adalah penanda tahap terkahir sebelum tutup peti sedang berlangsung, entah kenapa perasaan gue jd agak berubah tidak baik... Gue seperti sedang menonton kejadian 2 tahun lalu, semuanya, setiap detail seolah-olah bermain smoothly di memori kepala... jadi gue memutuskan untuk duduk dan menenangkan diri seraya mengelabui nyokab dari air mata gue yg uda hampir menetes... ooww...

Gue masih bertahan untuk duduk hingga akhirnya gue melewatkan prosesi tetes "minyak something" (sorry, really have no idea bout the name... ): ), dan prosesi tutup peti. Di tengah-tengah doa tutup peti, barulah gue diingatkan Tuhan siapa sebenarnya yg sedang terbaring tak bernayawa di dalam peti itu...

>>>a few years ago, i have an issue about a friend that has born to be a big fat liar and the most annoying child ever the hell world!.. dan dia itu kayak ada penyakit semacam penipu atau biasa disebut sancipa dlm bahasa sehari2... naahh, kebohongan kebohongan dari si org ini akhirnya terungkap oleh anak dari ibu anita itu.. itu juga gue kenal dia krn ketidak sengajaan gue yg datang ke tempat yg gue yakini dpt memberi info yg gue butuhkan... hemhhh..

masih dengan kondisi super shock, gue cb terus mengingat2 lebih pasti lagi siapa sebenarnya orang itu.. dan seperti sedang dibantu Tuhan, pelan-pelan namun pasti gue berhasil mengingat dengan jernih bagaimana rupa titi (actually, i just knew her name while i was in the middle of writing)... yah, that's her... bagaimana pertemuan pertama kami di Surfer Girl, lapiasa kelapa gading, bagaimana pertemuan kami selanjutnya hingga di pertemuan ketiga gue ketemu dia bersama ibu anita di dlm lift... dan, yahhhhh itu dia!.... segera gue digeluti rasa bersalah, mndadak kepala gue sakit bgt!... gue sedikit merasa bersalah krn melewatkan prosesi2 tadi hingga tutup peti!.. man... i cannot believe it!!! for god sake...
untuk memastikan gue menanyakan hal ini ke ko stif dan ke nyokab, tp mereka sendiri gak bisa meyakinkan gue melebihi diri gue sendiri... "tapi itu beneran dia!" kurang lebih kalimat itu yg selama setengah jam terngiang-ngiang di kepala gue... gue melihat fotonya secara dekat sebelum akhirnya kami pamit pulang... dalam doa, gue mengucapkan maaf berkali-kali, dan lumayan lama berdiri sendirian di depan foto dan peti si almarhumah... what a world!... hanya itu yg bisa gue ucapkan dalam hati ketika gue menyetir dalam perjalanan pulang ke rumah...

yah, exactly... sekali lagi gue disadarkan dan seolah-olah di refresh sama Tuhan, kalo pada hakekatnya yah hidup emg di tangan Tuhan... yg menentukan hidup dan mati kita yah Tuhan... dan kesimpulannya adl, as long as u have a chance to make a better life, then do it with ur best!... krn at least, jejak langkah yg kita tinggalkan di dunia ini memiliki kesan baik karena itu adalah hasil dari "terbaik" kita...
gue bukannya mengada-ngada apalagi mengandai-andai kalo hidup gue gak lama lagi, tapi gue hanya ingin memberi himbauan dan membagi apa yg gue dapat, untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yg ada dan tidak menyia-nyiakan kehidupan kita masing-masing...
bagi gue, setiap hal di dunia ini asal dibarengi dengan Tuhan pasti tidak akan menghasilkan sesuatu yg sia-sia...  dan bisa gue pastikan, kehadiran kita di muka bumi ini memiliki tujuannya masing-masing, the only way to find out what it is, LIVE YOUR LIFE.... :)
be blessed readers... 

2 comments:

  1. eh i know ibu anita too! she helped my cousin when she was about to school there. :( sorry to hear that :'(

    be strong, sisca.

    ReplyDelete
  2. hehehe yeaah.. :(
    gue ga nyangka aja bisa secepet itu... hiks...

    ReplyDelete